Di sistem kandang baterai, dua sampai empat ayam hidup berjejal dalam rangkaian bertumpuk sekat-sekat kawat besi.
Sistem pengurungan ekstrem di industri peternakan ini dibuat untuk menampung sebanyak mungkin ayam demi memaksimalkan produksi telur dengan biaya terendah tanpa mengindahkan kesejahteraan hewan.
Di dalam sekat-sekat kerangkeng sempit inilah ayam-ayam menghabiskan hidup singkatnya dalam penderitaan, menjadi mesin produksi telur. Hingga memasuki usia 2 tahun dan produktivitasnya menurun, ayam lalu dikirim ke pejagalan, karena dinilai tidak lagi menguntungkan.
Hidup berdesakan dalam kerangkeng dengan luas pijakan HANYA SEUKURAN KERTAS A4
Tidak hanya membuat ayam merasa tidak nyaman, mereka juga tidak dapat melakukan perilaku-perilaku alami yang sangat penting untuk kesejahteraan dan kualitas hidupnya. Sekedar merentangkan sayap pun tidak bisa, apalagi memenuhi naluri alami untuk bersarang saat bertelur, mandi debu dan berjalan mengais-ngais tanah, serta bertengger.
Sama seperti manusia, tidak semua ayam bisa akur satu sama lain. Perilaku saling mematuk bahkan kanibalisme sangat mungkin terjadi. Bayangkan stres yang dirasakan ayam saat tidak bisa menjauh dari ayam lain yang agresif karena terjebak bersama dalam kurungan! Mereka juga mengalami luka fisik karena tersangkut di jeruji, termasuk patah tulang, gesekan terus menerus dengan jeruji menyebabkan kerontokan bulu (kebotakan).
Ayam-ayam di kandang baterai hidup di atmosfer yang beracun. Uap amonia dari senyawa asam urat yang membusuk di tumpukan kotoran di bawah kandang menyebabkan mata terbakar, penyakit pernapasan kronis dan juga infeksi pernafasan yang menyebabkan kebutaan.




Mereka memiliki ingatan yang baik dan dapat mengenali lebih dari 100 wajah ayam lainnya, mereka berkomunikasi satu sama lain menggunakan lebih dari 24 vokalisasi, masing-masing memiliki arti yang berbeda, termasuk memperingatkan teman mereka tentang berbagai jenis predator atau memberi tahu ibu mereka apakah mereka merasa nyaman atau tidak.
Penelitian menunjukkan bahwa ayam lebih pintar dari pada balita, mereka dapat membuat pilihan dan keputusan yang cerdas sejak usia sangat muda, menunjukkan penalaran matematis, pengendalian diri, dan bahkan rekayasa struktural. Mereka menunjukkan empati, ibu ayam berbicara dengan bayinya di dalam telur, bayi-bayi ayam menjawab dengan berkicau kembali menembus cangkang. Ibu ayam juga melindungi anak-anaknya dari predator.
Mereka dapat bernavigasi menggunakan matahari, yang membantu mereka menemukan makanan dan air dan bahkan mengetahui jam.
Ayam di kandang baterai menderita tulang rapuh dan patah tulang, serta kehilangan bulu dan masalah kaki karena pembatasan dan lantai kawat. Lingkungan dengan stres yang tinggi dan kurang olahraga juga dapat menyebabkan kerusakan hati dan kematian.
Dalam studi komprehensif terkait keamanan pangan yang pernah dilakukan European Food Safety Authority mengenai perbandingan kontaminasi salmonella di sistem kandang baterai vs bebas kandang, disimpulkan bahwa kontaminasi salmonella pada sistem kandang baterai lebih tinggi jika dibandingkan dengan bebas kandang.
Studi mengenai masalah kesejahteraan ayam di kandang baterai yang dipublikasikan di The Veterinary Record—jurnal mingguan yang diterbitkan oleh British Veterinary Association yang berisi berita, komentar, surat dan makalah penelitian klinis yang mencakup berbagai topik kedokteran hewan—menyebutkan bahwa sistem peternakan kandang baterai menyebabkan ayam menderita stres dan frustasi sepanjang hidupnya dan memiliki masalah kesehatan yang parah seperti kerapuhan tulang dan osteoporosis. Ilmu pengetahuan telah membuktikan betapa kejamnya kendang baterai.
Banyak perusahaan-perusahaan besar dalam berbagai industri di seluruh dunia seperti Unilever, Nestlé dan Sodexo, seiring dengan peningkatan pesat permintaan konsumen akan telur bebas kandang, telah memprakarsai tren global untuk mengakhiri penggunaan kandang baterai yang kontroversial pada operasi mereka di seluruh dunia termasuk di Indonesia.
Ada langkah signifikan untuk menghapuskan kandang baterai di seluruh dunia. Di Uni Eropa (UE) sejak Januari 2003, tidak ada pemasangan kandang baterai baru yang diizinkan, dan mulai 2012 kandang baterai dilarang. Bhutan, Selandia Baru, Kanada, Swiss, Swedia, Austria dan Jerman telah melarang, mengusulkan untuk melarang atau menghapus kandang baterai secara bertahap. Sudah waktunya bagi Indonesia untuk mengejar ketinggalan.
Bantu kami untuk mendesak McDonald’s Indonesia agar berhenti dari penggunaan kandang baterai di rantai pasokannya.
Serukan kepada pemerintah dan industri peternakan untuk mengambil tindakan guna mengakhiri kandang baterai di Indonesia :
Ketika makan di luar atau memesan catering, tanyakan apakah mereka menggunakan telur bebas kandang. Saat berbelanja di minimarket/supermarket/toko online, tanyakan apakah mereka menjual telur bebas kandang. Dukunglah cafe, restoran dan bisnis yang menggunakan dan menyediakan telur bebas kandang.
Mari bergabung bersama dengan 500++ Relawan untuk memperjuangkan masa depan tanpa kekejaman terhadap hewan. Tertarik bergabung dengan relawan BMX (Barisan Muda-Mudi Xayang Xatwa)?
Beritahu semua orang tentang Kekejaman Kandang Baterai. Salah satu cara terbaik untuk membantu ayam adalah dengan membagikan kandangbateraikejam.com kepada semua orang yang Anda kenal. Baik mereka teman, penggemar, atau pengikut, beri tahu orang-orang tentang situs ini!
Facebook adalah tempat untuk terhubung dengan teman dan memberi tahu mereka tentang kekejaman kandang baterai
Ikuti pergerakan aktivisme hewan khususnya yang diternakkan dan jadilah yang pertama mengetahui
Kunjungi website resmi kampanye kami untuk informasi dan perkembangan terbaru tentang kampanye ini
Bersama lebih dari 83 organisasi di berbagai negara di seluruh dunia, kami terhubung dan bekerjasama untuk menghentikan kekejaman terhadap hewan dan penyalahgunaan ayam di seluruh dunia.
Koalisi dua LSM perlindungan hewan - Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal yang dibentuk tahun 2019 dan bekerja bersama untuk memperjuangkan hak-hak hewan yang diternakkan di Indonesia
© Copyright 2021 • Kandang Baterai Kejam • All Rights Reserved